Rabu, 23 September 2009

PROFIL PUFU

BAB I
PENDAHULUAN


*. Sebuah nama.
*. Sebuah pulau paling timur di gugusan Kepulauan Nusantara.
APUA *. Pulau yang kaya-raya yang sejak dahulu menjadi rebutan bangsa-bangsa asing.
*. Suatu pulau yang dihuni oleh 325 suku bangsa Papua Melanesia.

( Lagu : Tanah Papua –bait 1 – 2 )

1) Latara Belakang Permasalahan
Dulu Bung Karno bersumpah : Sebelum fajar menyingsing, 1 Mei 1963 Sang Saka Merah Putih harus sudah berkibar di puncak Cartenz.
Dan benar sejak saat itu, beralun-alun dengan gegap gempita seluruh Anak Bangsa Indonesia Papua di sekolah maupun di masyarakat, dengan jiwa yang bergelora dan menantang, bernyanyi :
(Lagu : “ cukup sudah masa janji/
cukup sudah sabar menanti/
kini tiba saat rakyat bertindak/
mari bersatu bebaskan Irian/
untuk kejayaan Nusa dan Bangsa……..”

Rentang waktu 47 tahun sejak Irian Barat direbut dari cengkeraman belenggu penjajahan negara kolonial Pemerintahan Belanda, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia, terjadi degradasi dalam mutu pendidikan dan bergesernya nilai-nilai peradaban Manusia Indonesia Papua seperti ditulis oleh Kompas :

“Pendidikan mereka masih rendah, kesehatan mereka buruk, kenyamanan mereka rusak…….pendudukanya bahkan tergusur secara sosial ekonomi menjadi kaum marginal di negeri sendiri……Nilai-nilai dan kebudayaan lokal tersingkir………….”.
(Kompas, 24 Pebruari 2008, hal 12)

Bahkan dalam salah satu Laporan Tim Expedisi Kompas selama bulan Agustus 2007 ke Papua, menyimpulkan bahwa kondisi pendidikan masyarakat Papua saat ini sangat rendah.
(Lagu : Mambesak bertemakan Rintihan Anak Negeri)

2) PUFU Sebagai Modal Sekolah Alternatif

Dalam Pertemuan Konsultasi Antara Pimpinan Gereja dan Tokoh Katolik se-Tanah Papua tahun 2007 di Timika, 7 – 9 September, salah seorang nara sumber yang adalah juga sebagai tokoh nasionalis dan cendekiawan Katolik, Dr. J. Riberu dalam paparan makalahnya yang berjudul : Quo Vadis Pendidikan di Tanah Papua ? a.l. menulis sebagai berikut :

“ Jangan kita menipu diri dengan taat buta kepada tuntutan kesatuan bangsa yang sering diartikan sebagai keseragaman, Unity tidak perlu diungkapkan dengan Unifornity, bahkan motto bangsa kita memberi peluang untuk berbeda, bervariasi : Bhinneka Tunggal Ika ………………yang harus kita utamakan adalah pendidikan yang relevan dengan tuntutan khas wilayah Papua……….variasi kurikulum diperbolehkan oleh Undang-Undang, lihat saja pasal-pasal dalam UUD No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, tidak ada kewajiban untuk seragam ! Beranikah kita merencanakan dengan matang kurikulum khusus, bahkan jenis sekolah khusus lalu melaksanakannya ?”

(Cover depan Buku Kesepakatan Timika – Membangun Tekad dan Kerjasama Gereja dan Pemerintah secara sinergis untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu Sekolah Katolik dan Asrama di Tanah Papua).
(Lagu : ………………??? )
Beranikah Kita merencanakan dengan matang Jenis Sekolah Khusus …. dan melaksanakannya ?
Jababannya adalah :
PUFU : Papua University For Universe

VISI : Membentuk pemahaman masyarakat Papua yang terdiri dari multi etnik bahwa pendidikan adalah suatu proses Humansasi yang diciptakan, dari oleh dan untuk suatu tatanan kehidupan bersama yang semakin berkwalitas dan bermartabat.

MISI : Memberikan pengetahuan dasar dan pendidikan ketrampilan yang memampukan seorang individu agar mampu membangun jati dirinya dalam korelasi dengan “ subyek yang lain” yakni sesama manusia, alam sekitar dan Tuhan Penciptanya.

TUJUAN : Menciptakan Manusia Papua yang cerdas, mandiri serta mampu membangun suatu kesetaraan hidup disegala aspek kehidupan dengan sesama Anak Bangsa maupun masyarakat internasional.

3) Logo PUFU Gambar telapak tangan
Gambar telapak tangan dengan lima jari memberi makna multy-intepretebility :
- (Filosofi dan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara) yakni 5 sila Pancasila.
- (Teknologi) yakni tangan untuk menciptakan hal-hal yang baru bagi peradaban manusia.
- (Tangan) adalah bagian dari tubuh manusia sebagai simbol harkat dan martabat manusia dijunjung tinggi.
- (Kesehatan) menunjukkan 4 sehat 5 sempurna

4) Model PUFU
Model PUFU berbeda dengan model konfensional. Dikembangkan pada pendidikan dasar 9 tahun baik dari PAUD / TK – SD – SMP. Perbedaan itu dapat di lihat pada tabel berikut ini :

KONFENSIONAL PUFU
No. No.
1.


2.


3.

4.

5.


6.


7.

8. Lokasi/ Kampus terbatas, tertutup bagi masyarakat luas.

Tenaga pengajar lulusan pendidikan formal.

Perpustakaan sumber telaan ilmu

Biaya mahal

Sekolah sebagai obyek dan proyek bisnis

Target – Ijazah untuk melanjutkan studi

Kurikulum nasional

Sebanyak mungkin ilmu diajarkan 1.


2.


3.

4.

5.


6.


7.

8. Lingkungan masyarakat dan alam sebagai Kampus/ Media pembelajaran

Tenaga pengajar : Tokoh informal dan formal

Praktikum

Murah

Peserta didik sebagai subyek sehingga menimbulkan – rasa memiliki

Ketrampilan hidup siap drop out


Kurikulum disusun bersama

Hanya ada 5 bidang utama diajarkan yakni : Bahasa, Sains, Estetika-moral, Wirausaha, Teknologi Terapan.

( Lagu : …………… atau foto : Pendidikan SMART )


BAB II
RUANG LINGKUP PROGRAM

1) Lima Bidang Program Strategis PKBM – PUFU adalah :
a) Pendidikan SMART bagi (Calon) Guru : Bahasa, Sains, Estetika-moral, Wirausaha, Teknologi Terapan. (Calon) Guru tersebut akan mengajar di PAUD/ TK – SD – SMP.
b) Laboratorium Bahasa Asing, Komputer Linux, Matematika. Sasaran utama bagi calon Wirausahawan muda Papua yang akan studi S2 di manca negara, tetapi juga terbuka untuk umum.
c) Program Matrikulasi bagi calon mahasiswa Fakultas Sastra Inggris – UNIPA – Sasaran utama bagi anak Papua.
d) Pertanian Kota.
e) Bahasa Suku dan Seni Budaya.

2) Pelaksanaan PKBM – PUFU dipusatkan di kota Manokwari sebagai pilot – Proyek.

3) Fasilitas utama PKBM – PUFU adalah lingkungan masyarakat dimana program kerja akan dikelola.

4) Lembaga Pengelolah.
Untuk sementara sampai PKBM – PUFU memperoleh status hukum, maka lembaga pengelola program ini adalah sebuah LSM bernama : Lembaga Pengembangan Sosial Ekonomi Lingkungan Hidup Papua (LPSELH – Papua)

BAB III
STRUKTUR ORGANISASI PKBM – PUFU


Adapun Sumber Daya pengelola PKBM – PUFU diperlihatkan dalam tabel berikut :

No.
Urut FOTO NAMA LENGKAP PENDIDIKAN TERAKHIR BIDANG PROGRAM KETUA BIDANG / STAF



Demikian Profil PKBM – PUFU ini dibuat untuk kemudian dapat dilaksanakan dengan rasa penuh tanggung jawab, karena rasa cinta akan Tanah Papua yang kaya dan masyarakat yang multi-etnik dalam kesatuan Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang sedang membangun dengan satu motto : “ Kapan lagi kalau bukan sekarang, Siapa lagi kalau bukan kita”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar